10 August 2017

ibu tanpa bekal agama

Seorang ibu insya Allah ga akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yg mudharat apalagi *SENGAJA* ingin mencelakakan dunia akherat anak anaknya.
Tapi... *seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak sangat mungkin melakukan hal yg sebaliknya*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anaknya yg msh kecil belajar naik motor atau naik mobil dan *bangga saat kecil2 sdh bs anter2 ke pasar*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anak gadisnya *dandan cantik* setiap keluar rumah dan *bangga saat anaknya memiliki pacar*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg mengantar anaknya ikut *lomba2 kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjdi artis*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg sengaja *menyuap ke kantor2 spy menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yg tinggi dgn hasil yg curang*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg dgn rasa *kasihan dan tdk teganya* enggan membangunkan anaknya untk shalat subuh dan isya meskipun sdh baligh *tanpa berfikir gimana nasib anaknya kelak di neraka*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg membujuk suaminya untk *membelikan anak2nya gadget laptop maupun tivi* di kamar masing2 spy anak tdk ketinggalan informasi nyatanya benda2 tsblah yg *menjadi jln anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg lebih senang mengajarkan anaknya *nyanyian2 dan tarian2 yg sebenarnya dilarang dlm islam* dibanding khusus *mengajarkan lafadz2 Quran* dan *bangga saat anaknya msh kecil fasih me-niru2 lirik dan gerakan orang dewasa*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg menjejali anaknya dgn *aneka les2 pengetahuan dunia tp enggan mengajarkan perkara shalat, ngaji dan ibadah lain* pd anak2nya dan bangga anaknya menjd *orang "bergelar" tapi bahkan ga tau doa masuk wc*.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg *mendoakan anaknya supaya jadi orang yg berguna bagi umat tapi saat ujian mencari2 bocoran jawaban UN* untk anaknya, atau *bangga jika anaknya lulus meskipun dia sadar tlah melakukan kecurangan*.
Dan *"kejahilan2" seorg ibu yg dilakukan krn minimnya agama*.
*Anak2 itu amanah*
Hanya boleh *dididik sesuai keinginan yg Menitipkan*.
Bukan sesuai hawa nafsu kita.
Rem hawa nafsu kita yg sifatnya duniawi.
*Ingat untk apa kita dan anak2 kita diciptakan*
Dan kelak pasti semua kembali pd kita.
*Hisab detail akan apa yg telah kita ajarkan.*
Kebaikan akan kembali
Keburukan akan kembali
*Perbanyak istighfar.*
*Belajar dan kaji ilmu agama.*
*Jadikan Quran dan Hadits sbg pedoman hidup.*
*Amalkan dan ajak seisi rumah amalkan juga.*
Kita *ga bisa lolos dr hisab* dgn alasan "maaf sy ga tau kalo hrs ajari ini itu"
Karna *perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim*.
*Tdk terhenti saat kita menikah, tdk terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus smp kita meninggal.*
*Jadikan*diri kita stiap harinya pencari ilmu.
Ada rasa ingin tau yg besar terhdp hukum2 islam.
*Bukan* untk mendebat dan merasa paling tau, *tapi* untk diamalkan dlm hidup kita se-hari2.
Barakallahu fiikum.
Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment