13 July 2017

JODOH PILIHAN ALLAH ATAU NAFSU

*JODOH PILIHAN ALLAH ATAU NAFSU*
__________________
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
Hasil gambar untuk 2 tangan bergandenganSegala puji bagi Allah yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi Agung Muhammad Saw berserta keluarga dan para sahabat-sahabat Nabi semuanya.
Salihah, kegagalan dalam mencari jodoh pasti akan di alami oleh siapapun, baik yang belum menikah dan setelah menikah...
Rasulullah saw bersabda :
_Sungguh Allah swt menciptakan kalian 40 hari pertama di alam rahim sebagai air mani, kemudian 40 hari kedua berupa gumpalan darah, kemudian 40 hari ketiga berupa gumpalan daging, lalu diciptalah bentuknya, dan ditentukan takdirnya berupa amalnya, rizkinya, ajalnya, dan apakah ia dineraka atau disorga, lalu dihembuskan padanya ruh.. dst (Shahih Bukhari)._
jodoh termasuk rizki kita, sudah ditentukan Allah,
namun semua ketentuan itu bukan satu ketentuan, tapi bisa bermilyar milyar ketentuan, misalnya begini, hamba ini bisa beramal ini dan ini, jika ia beramal ini dan ini maka rizkinya sekian, ajalnya sekian, dan ia dineraka atau disorga,
jika ia beramal ini dan ini, maka rizkinya sekian, jodohnya si fulan, wafatnya sekian, dan masuk neraka
sebagaimana firman Nya :
_Kami jadikan bagi mereka dua jalan (QS Al Balad 10)_
juga firman Nya :
_Kami memberi mereka jalan (yg mereka pilih) apakah mereka bersyukur atau kufur (QS Al Insan 3)_
maka kembali masalah jodoh, hal itu mutlak namun relatif, dengan doanya bisa saja berubah jodohnya diganti dg yg lebih baik, atau dengan banyaknya amal dosanya maka rizki yg termasuk jodohnya bisa menjadi buruk.
*Bagaimana membedakan jodoh berasal dari Allah atau berasal dari nafsu ?*
*Ciri-Ciri Jodoh*
*Pilihan Allah :
》 Kamu semakin dekat dengan Allah
》Tidak mengajakmu pacaran atau sekedar berkhalwat sebelum menikah
》Ada dorongan untuk terus memperbaiki diri
》Lebih utamakan agama
》di mudahkan kejenjang pernikahan
》saling menjaga satu sama lain agar tidak menimbulkan fitnah sebelum menikah.
*Pilihan Nafsu :
》 Kamu semakin jauh dengan Allah
》 Mengajakmu pacaran atau sekedar berduaan
》 Hidupmu semakin kacau
》 Lebih mengutamakan paras wajah dan materi
》 Tidak ada perubahan positif dalam hidup
》 Sok alim, saling mengingatkan hal agama atau lainnya agar dapat saling berkomunikasi meski belum menikah.
APA TUJUANMU ?
Menikahlah dengan niat ibadah. Menikahlah untuk menjalankan sunnah Nabi. Menikahlah untuk menjaga diri dari dosa dan maksiat.
Namun, jangan asal menikah.
Jangan langsung menerima lamaran yang datang tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Bahkan salah satu istri Nabi Muhammad pun ada yang meminta jeda untuk memutuskan, apakah ia menerima lamaran Rasulullah atau tidak.
Karenanya, lakukan hal ini sebelum memutuskan untuk menerima lamaran.

Sedikit cerita,
Zaid bin Haritsah bercerai dengan Zainab binti Jahsy. Setelah habis masa ‘iddahnya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan Zaid bin Haritsah untuk mendatangi mantan istrinya itu. Rupanya, Zaid diperintahkan untuk membawa lamaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Sesampainya di rumah Zainab, Zaid menyampaikan amanah yang dibawanya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kemudian, Zainab mengatakan, “Aku tidak akan berbuat apa-apa sampai aku meminta petunjuk Rabbku.”
Setelah itu, Zainab bergegas untuk mendirikan shalat, meminta petunjuk kepada Allah Ta’ala.
Mengomentari hal ini, Dr. Thal’at Muhammad ‘Afifi Salimi mengatakan,
“Ini adalah dalil antusiasme shahabiyah terhadap shalat istikharah yang mereka pelajari dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana halnya mereka belajar setiap surat dari al-Qur’an.”
Inilah amalan utama itu. Sebuah bentuk perasaan butuh dan pengakuan akan kelemahan diri kepada Allah Ta’ala Yang Mahakuat. 
Sebab, Dia Maha Mengetahui, sedangkan manusia sama sekali bodoh dan amat terbatas pengetahuannya. Bahkan, manusia tak kuasa untuk menentukan bagaimana kelangsungan hidupnya dalam sekejap masa yang akan datang.
Dengan meminta petunjuk kepada Allah Ta’ala, maka keraguan akan sirna, dan keyakinan akan terus bertambah. 
Karenanya, jalan untuk mewujudkan dan mengarungi kehidupan setelah pernikahan pun akan semakin dimudahkan oleh-Nya. Sebab, kehidupan setelah pernikahan dipenuhi ujian dan godaan yang berat, sukar, dan penuh tipu daya.
Karenanya pula, menikah diganjari pahala yang agung. Dan, setan laknatullah akan senantiasa melakukan berbagai macam tipu daya agar seorang manusia urung menikah, berlambat-lambat tanpa alasan yang syar’i, bahkan setan akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memisahkan pasangan yang telah sah menikah. Ya, cerai adalah proyek besar iblis laknatullah ‘alaihim.
Dengan ini, satu amalan yang sangat dianjurkan sebelum menerima lamaran dari seorang ikhwan yaitu dengan ISTIKHARAH.
Istikharah lah, mohon petunjuk...
Jika dia jodoh dari Allah, maka mohonlah untuk dipersatukan dengan jalan yang mudah..
Jika dia jodoh dari nafsu, maka mohonlah untuk di jauhkan sejauh-jauhnya... Sehingga tidak akan ada lagi suatu perkara maksiat yang memasuki pikiran...
Sekarang, renungkan...
Dia kah jodoh mu dari Allah ?
Atau dari Nafsu ?
Pilihan ada di tangan, sedangkan takdir Allah yang menentukan.
Satu hal yang pasti, jangan pernah siakan dia yang telah datang padamu dengan Agama nya yang baik.

Sekian. Semoga menjadi motivasi untuk saudari-saudari salihah...
Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh...

No comments:

Post a Comment